Halo para
readers setiaku, kali ini aku akan mengulas tentang kenapa kita sebagai
perempuan muslim yang sudah baliq harus menutup aurat. Jadi ini sebenarnya
alasan kuat yang membuat aku memutuskan untuk berhijab. So enjoy your time and
reading carefully.
“Kenapa
sekarang aku berhijab?”
It’s
so simple. Karena aku perempuan, sudah mengalami menstruasi, dan aku seorang
muslim.
“Kalo
gitu kenapa baru tahun ini?”
Karena
aku baru sadar. Aku justru tidak pernah berpikir untuk menggunakan hijab
sebelumnya karena aku adalah orang yang amat sangat mudah sekali berkeringat,
dan itu sebabnya berhijab pasti akan sangat 'gerah' bagi aku. Tapi aku
bersyukur karena Allah mengelilingi aku dengan teman-teman yang taat di masa
sekolah, tepatnya saat SMK, mereka yang membawa dampak positif untuk aku, dan membuatku
mulai berpikir dewasa, jadi jika bukan karena mereka mungkin aku masih membuka
auratku di luar sana untuk siapa saja. Maka dari itu sekali lagi aku merasa
sangat berterima kasih meskipun aku berharap aku bisa bertemu mereka lebih awal
dari yang ditakdirkan.
Tapi jika
kalian termasuk para muslimah yang sudah baliq tapi belum berhijab dan tidak
dikelilingi dengan orang-orang yang taat sepertiku, bukan berarti kalian harus
menutup mata dan memilih untuk tidak peduli dan mengabaikan ajaran agama untuk menggunakan
hijab. Karena agama kalian tidaklah rugi jika kalian tidak menggunakannya,
begitupun juga aku, tapi kalianlah yang akan amat sangat rugi sekali.
“Kenapa
kayaknya rugi banget ya?”
Tentu
saja. Karena perhiasan berharga kalian yang seharusnya dijaga dan ditutupi dari
‘mata siapa saja’ tidak lagi seberharga itu karena kalian yang membiarkannya
menjadi murah. Kedua, karena setiap inci dari aurat kalian yang terlihat setiap
hari oleh ‘yang bukan makhramnya’ akan menjadi dosa untuk kalian sendiri. Tidak
terhitung banyaknya berapa dari ‘yang bukan makhramnya’ melihat setiap inci
dari aurat kalian yang terbuka setiap harinya saat kalian mulai melangkah dari
pintu rumah. Sayangnya dosa memang tidak terasa atau sakit sedikitpun jika kita
masih tinggal di bumi.
“Tapi
kan rambut aku bagus”
Alhamdulillah rambut aku juga bagus, tapi lebih bagus lagi
untuk tidak diperlihatkan. Coba kalian renungkan, orang-orang yang
menikmati keindahan aurat kalian di luar sana itu tidak akan menanggung dosa
kalian, justru mereka yang akan membuat dosa untuk kalian karena kalian
membiarkan mereka melihatnya.
Lagipula
untuk apa tebar pesona di depan laki-laki? Memangnya apa yang kalian harapkan
dari laki-laki yang tertarik dengan kalian karena aurat kalian terlihat? Jika
kalian mengharapkan laki-laki terbaik dari yang paling baik, mereka justru akan
lebih memilih wanita yang menjaga auratnya.
“Aku
maunya kalo udah nikah aja deh”
Itu
urusanmu, tapi hukumnya dosa pasti ditanggang pendosanya, dan jika kalian
memang cerdas dan berpikir dewasa, pasti kalian tidak akan ingin menghabiskan
waktu selama itu untuk membuat dosa, waktu sangat berharga bukan?
Lagipula
untuk apa melakukan ‘amal yang melelahkan’ terlalu lama? Maksudku, percuma saja
bukan kalian sholat lima waktu menghasilkan pahala, tetapi pahalanya digunakan
untuk membayar dosa kalian mengumbar aurat, begitu saja seterusnya, belum lagi
jika amal ibadah kalian tidak diterima, yang ada kalian hanya membuat dosa
semakin bertambah.
Kita tidak
pernah tau bukan apakah amal kita diterima atau tidak? Sedangkan dunia
kehidupan di bumi tidak ada yang pernah tau kapan tepatnya akan berakhir. So,
it’s your choice.
“Tapi
aku belum dapet hidayah nih”
Jujur,
sebenarnya aku tidak merasa hidayah itu seperti mimpi atau pencerahan yang
tiba-tiba saja datang ke dalam hati manusia. Tapi bagi aku hidayah itu adalah
niat yang kapanpun kalian ciptakan sendiri. Jadi jika kalian sudah mulai
memutuskan untuk menggunakan hijab mulai esok hari, maka saat itulah hidayah
itu datang. Singkatnya, hidayah itu ada di tangan kalian sendiri.
“Gimana
sih cara mempertahankan iman supaya gak lepas hijab?”
Aku
selalu berpikir kalo tujuan kehidupan di bumi sebenarnya untuk kehidupan
setelah kematian. Jadi Allah menciptakan kita untuk hidup di bumi semata-mata
untuk mengumpulkan pahala agar bisa menutupi dosa yang pernah kita perbuat
dengan sengaja atau tidaknya, sehingga kita bisa masuk surga di kehidupan abadi
nantinya (aamiin).
Lagipula
memangnya apa kalian tidak malu bisa membuka-tutup hijab begitu mudahnya?
Teruslah ingat tentang apa yang membuat kalian memutuskan untuk berhijab and
keep in mind jika bahan bakar neraka adalah manusia. Just fyi, aku bukan
berasal dari keluarga yang religius, jadi tidak ada pengaruh keluarga bagi aku
untuk memutuskan berhijrah.
Sekian dariku
dan terima kasih, kurang lebihnya mohon dimaafkan, aku berharap apa yang sudah
aku tulis di topik kali ini bisa membuat dampak yang positif atau bahkan
melahirkan hidayah di setiap hati kalian para muslimah yang kemudian memilih
berhijrah untuk mulai menggunakan hijabnya. Silahkan tinggalkan saran,
permintaan, maupun pertanyaan di kolom komentar tentang apa saja karena aku
akan sangat menghargai itu ;)
No comments:
Post a Comment