2 December 2017

Hijab for Me

Halo para readers setiaku, kali ini aku akan mengulas tentang kenapa kita sebagai perempuan muslim yang sudah baliq harus menutup aurat. Jadi ini sebenarnya alasan kuat yang membuat aku memutuskan untuk berhijab. So enjoy your time and reading carefully.

“Kenapa sekarang aku berhijab?”
It’s so simple. Karena aku perempuan, sudah mengalami menstruasi, dan aku seorang muslim.

“Kalo gitu kenapa baru tahun ini?”
Karena aku baru sadar. Aku justru tidak pernah berpikir untuk menggunakan hijab sebelumnya karena aku adalah orang yang amat sangat mudah sekali berkeringat, dan itu sebabnya berhijab pasti akan sangat 'gerah' bagi aku. Tapi aku bersyukur karena Allah mengelilingi aku dengan teman-teman yang taat di masa sekolah, tepatnya saat SMK, mereka yang membawa dampak positif untuk aku, dan membuatku mulai berpikir dewasa, jadi jika bukan karena mereka mungkin aku masih membuka auratku di luar sana untuk siapa saja. Maka dari itu sekali lagi aku merasa sangat berterima kasih meskipun aku berharap aku bisa bertemu mereka lebih awal dari yang ditakdirkan.
Tapi jika kalian termasuk para muslimah yang sudah baliq tapi belum berhijab dan tidak dikelilingi dengan orang-orang yang taat sepertiku, bukan berarti kalian harus menutup mata dan memilih untuk tidak peduli dan mengabaikan ajaran agama untuk menggunakan hijab. Karena agama kalian tidaklah rugi jika kalian tidak menggunakannya, begitupun juga aku, tapi kalianlah yang akan amat sangat rugi sekali.

“Kenapa kayaknya rugi banget ya?”
Tentu saja. Karena perhiasan berharga kalian yang seharusnya dijaga dan ditutupi dari ‘mata siapa saja’ tidak lagi seberharga itu karena kalian yang membiarkannya menjadi murah. Kedua, karena setiap inci dari aurat kalian yang terlihat setiap hari oleh ‘yang bukan makhramnya’ akan menjadi dosa untuk kalian sendiri. Tidak terhitung banyaknya berapa dari ‘yang bukan makhramnya’ melihat setiap inci dari aurat kalian yang terbuka setiap harinya saat kalian mulai melangkah dari pintu rumah. Sayangnya dosa memang tidak terasa atau sakit sedikitpun jika kita masih tinggal di bumi.

“Tapi kan rambut aku bagus”
Alhamdulillah rambut aku juga bagus, tapi lebih bagus lagi untuk tidak diperlihatkan. Coba  kalian renungkan, orang-orang yang menikmati keindahan aurat kalian di luar sana itu tidak akan menanggung dosa kalian, justru mereka yang akan membuat dosa untuk kalian karena kalian membiarkan mereka melihatnya.
Lagipula untuk apa tebar pesona di depan laki-laki? Memangnya apa yang kalian harapkan dari laki-laki yang tertarik dengan kalian karena aurat kalian terlihat? Jika kalian mengharapkan laki-laki terbaik dari yang paling baik, mereka justru akan lebih memilih wanita yang menjaga auratnya.

“Aku maunya kalo udah nikah aja deh”
Itu urusanmu, tapi hukumnya dosa pasti ditanggang pendosanya, dan jika kalian memang cerdas dan berpikir dewasa, pasti kalian tidak akan ingin menghabiskan waktu selama itu untuk membuat dosa, waktu sangat berharga bukan?
Lagipula untuk apa melakukan ‘amal yang melelahkan’ terlalu lama? Maksudku, percuma saja bukan kalian sholat lima waktu menghasilkan pahala, tetapi pahalanya digunakan untuk membayar dosa kalian mengumbar aurat, begitu saja seterusnya, belum lagi jika amal ibadah kalian tidak diterima, yang ada kalian hanya membuat dosa semakin bertambah.
Kita tidak pernah tau bukan apakah amal kita diterima atau tidak? Sedangkan dunia kehidupan di bumi tidak ada yang pernah tau kapan tepatnya akan berakhir. So, it’s your choice.

“Tapi aku belum dapet hidayah nih”
Jujur, sebenarnya aku tidak merasa hidayah itu seperti mimpi atau pencerahan yang tiba-tiba saja datang ke dalam hati manusia. Tapi bagi aku hidayah itu adalah niat yang kapanpun kalian ciptakan sendiri. Jadi jika kalian sudah mulai memutuskan untuk menggunakan hijab mulai esok hari, maka saat itulah hidayah itu datang. Singkatnya, hidayah itu ada di tangan kalian sendiri.

“Gimana sih cara mempertahankan iman supaya gak lepas hijab?”
Aku selalu berpikir kalo tujuan kehidupan di bumi sebenarnya untuk kehidupan setelah kematian. Jadi Allah menciptakan kita untuk hidup di bumi semata-mata untuk mengumpulkan pahala agar bisa menutupi dosa yang pernah kita perbuat dengan sengaja atau tidaknya, sehingga kita bisa masuk surga di kehidupan abadi nantinya (aamiin).
Lagipula memangnya apa kalian tidak malu bisa membuka-tutup hijab begitu mudahnya? Teruslah ingat tentang apa yang membuat kalian memutuskan untuk berhijab and keep in mind jika bahan bakar neraka adalah manusia. Just fyi, aku bukan berasal dari keluarga yang religius, jadi tidak ada pengaruh keluarga bagi aku untuk memutuskan berhijrah.
Sekian dariku dan terima kasih, kurang lebihnya mohon dimaafkan, aku berharap apa yang sudah aku tulis di topik kali ini bisa membuat dampak yang positif atau bahkan melahirkan hidayah di setiap hati kalian para muslimah yang kemudian memilih berhijrah untuk mulai menggunakan hijabnya. Silahkan tinggalkan saran, permintaan, maupun pertanyaan di kolom komentar tentang apa saja karena aku akan sangat menghargai itu ;)



Salam hangat,
Nurul May Apriyani

No comments: